Gadis 12 Tahun Terancam Penjara Gara-gara Emoji Bom

Kamis, 03 Maret 2016 10:00
Gadis 12 Tahun Terancam Penjara Gara-gara Emoji BomEmoji @digitaltrends.com
Agar percakapan online atau chatting menjadi lebih berwarna dan menarik, hampir setiap orang kerap menggunakan emoji. Selain menarik, emoji juga menjadi alat komunikasi yang lebih ekspresif untuk mewakili sebuah emosi yang tak bisa ditulis hanya dengan teks.

Namun, menggunakan emoji sembarangan rupanya kini bisa terancam penjara. Itulah yang dialami oleh seorang gadis berusia 12 tahun asal AS yang tidak disebutkan namanya.

Beberapa waktu lalu sang gadis dilaporkan telah meneror sekolahnya dengan memposting emoji pistol, bom, serta pisau di Instagram. Pesan itu diketahui pihak sekolah Sidney Lanier Middler School, Fairfax, Virginia pada 15 Desember tahun lalu.

Tak lama setelah pihak sekolah mengetahuinya, polisi setempat pun segera menyelidiki kasus tersebut. Bocah perempuan tersebut nekat melakukan tindakan tidak terpuji tersebut karena kesal dan merasa tertekan atas tindakan bullying yang dilakukan temannya di sekolah, demikian dilansir Washington Post, Rabu (2/3).

Sang ibu juga membenarkan hal itu. Ia mengatakan jika anak gadisnya mengunggah postingan tersebut sebagai respon dari bullying yang diterima dari teman-temannya.

Sang ibu mengatakan, "Ia adalah anak yang baik. Sebelumnya ia tidak pernah punya masalah. Saya tidak berpikir kalau ini adalah sebuah kasus dan semestinya putri saya tidak didakwa."

Mendengar alasan ini, pihak sekolah memutuskan untuk menyelesaikan masalah dengan bimbingan konseling. Namun, tindakan ancaman melalui emoji ini akan tetap dipermasalahkan dan terus diselidiki oleh kepolisian.

Seorang ahli bahasa dan pendiri sebuah perusahaan bernama Idibon, Tyler Schnoebelen mengatakan jika emoji adalah media baru yang digunakan orang-orang untuk mengemukakan ekspresi. "Kasus yang melibatkan emoji muncul dalam beberapa tahun terakhir. Itu semua akan masuk ke teritorium legal," katanya.
(mks)
Komentar