Warna Sungai Nil Berubah Merah Mirip Zaman Nabi Musa

Selasa, 05 April 2016 20:30
Warna Sungai Nil Berubah Merah Mirip Zaman Nabi MusaWarna Sungai Nil berubah jadi merah @dailymail.co.uk
Badan Antariksa Eropa (ESA) melalui satelit yang mengudara di luar angkasa, Sentinel-3 memperlihatkan sebuah gambar aliran sungai Nil yang berubah menjadi merah darah.

Warna ini tentu tak asing bagi umat Islam, sebagaimana tertulis di kitab suci Al Quran tentang azab yang ditimpakan kepada bangsa Mesir kuno bahwa air di Sungai Nil menjadi darah.

Meski demikian, warna merah darah yang tampak pada gambar ESA ini sama sekali tak berhubungan dengan kisah di zaman Nabi Musa tersebut. "Warna menunjukkan adanya vegetasi (tanaman) di sepanjang sungai karena memotong gurun di sekitarnya," demikian ujar peneliti ESA.



Dilansir Daily Mail, gambar tersebut menunjukkan wilayah aliran dan delta Sungai Nil di bagian utara Afrika dan bagian Timur Tengah. Ibukota Mesir, Kairo, terlihat pada bagian tengah gambah, dan Laut Merah pada bagian timur.

Selain memperlihatkan sisi bagian Timur Tengah, satelit Sentinel-3 juga memotret pulau Siprus di sebelah utara di Laut Mediterania dan bagian dari Crete di sisi kiri gambar.

Sentinel-3 yang diterbangkan 16 Februari itu bertugas untuk mengukur lautan, tanah, es, dan wilayah bumi menggunakan peralatan canggih untuk mendeteksi energi di permukaan bumi.

Data yang dikumpulkan dari satelit ini nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan mengenai keadaan vegetasi di seluruh dunia. Sentinel-3 juga memungkinkan peneliti memonitor seluruh dunia secara realtime.
(mks)
Komentar