4 Fakta Mengejutkan Tentang Seks Anal

Kamis, 14 April 2016 21:00
4 Fakta Mengejutkan Tentang Seks AnalIlustrasi seks anal @smh.com.au
Seks anal memang dianggap sebagai salah satu aktivitas seksual yang berbeda bagi beberapa pasangan. Bahkan sekitar 5-10 persen pasangan heteroseksual pernah melakukan seks anal.

Meski demikian seks anal akan memberikan rasa tidak nyaman dan rasa sakit baik saat melakukan penetrasi maupun setelah berhubungan intim bagi pihak penerima seks anal sekalipun telah menggunakan pelumas buatan.

Apalagi risiko terkena masalah kesehatan pun meningkat jika melakukan hubungan seksual ini. Dilansir dari web MD, berikut ini ada 4 fakta mengejutkan tentang seks anal:

1. Cairan lubrikasi di anus jauh sedikit dibanding Miss V

Penetrasi Mr. P ke anus bisa merobek jaringan bagian dalam anus yang memungkinkan bakteri memasuki aliran darah sehingga dapat menularkan penyakit seksual, termasuk HIV.

Studi menunjukkan, pelaku seks anal lebih berisiko 30 kali terkena HIV dibandingkan hubungan seksual vaginal. Paparan virus HPV juga bisa mengembangkan kutil dubur dan kanker anus.

2. Jaringan di dalam anus tidak terlindungi seperti bagian luar

Anus bagian luar terdapat jaringan yang bisa melindungi dari infeksi. Namun jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami, sehingga rentan sobek dan menyebarkan infeksi.

3. Anus hanya berfungsi untuk pembuangan feses

Pada dasarnya anus diciptakan sebagai ujung dari tempat pembuangan feses. Sehingga terdapat seperti lingkaran otot bernama anal sphincter, yang kembali kencang setelah buang air besar.

Ketika otot mengencang, penetrasi lewat anus bisa amat sulit dan amat menyakitkan. Seks anal yang berulang bisa membuat anal sphincter jadi lemah, alhasil sulit bagi otot ini untuk menahan feses.

4. Anus penuh bakteri

Meski pasangan bersih dari penyakit menular seksual, namun di sekitar anus terdapat banyak bakteri yang berpotensi menginfeksi pasangan.

Terlebih bagi pasangan yang melakukan penetrasi ke Miss V sesudah melakukan seks anal. Hal ini bisa memicu infeksi saluran kencing. Atau melakukan oral seks setelah seks anal juga menimbulkan risiko terkena hepatitis, herpes, HPV, dan aneka infeksi.
(De)
Komentar