Cara Berinvestasi dan Mengatur Keuangan Bagi Mahasiswa

Kamis, 21 April 2016 06:00
Cara Berinvestasi dan Mengatur Keuangan Bagi MahasiswaIlustrasi mengelola uang @picdn.net
Ternyata investasi seharusnya sudah dilakukan sejak dini bahkan saat masih menjadi mahasiswa. Pakar investasi dari Universitas Indonesia Prita Hapsari Gozhie memaparkan pentingnya berinvestasi sejak mahasiswa dan mengatur keuangan agar dapat disisihkan untuk menabung.

Prita menyebutkan investasi sejak muda akan berpengaruh dalam kesuksesan meraih kebutuhan karena berhubungan dengan apa yang menjadi tujuan seseorang.

"Kita hidup pasti punya tujuan kan. Investasi sedari muda nanti akan berpengaruh dalam kesukesan meraih kebutuhan hidup yang ingin dicapai. Misalnya seorang mahasiswa ada yang suka nonton konser, jalan-jalan, buka bisnis," kata Prita, dikutip dari republika.co.is.

Pengelolaan uang yang benar bagi mahasiswa adalah mengelola uang bulanan, menabung atau investasi, dan beramal. Teknik ini akan membuat mahasiswa mampu mengatur kebutuhan dan simpanan secara seimbang.

Sebab saat ini kebanyakan mahasiswa menghabiskan uangnya jauh lebih besar pada pemenuhan keinginan dibanding kebutuhan dan tabungan. Padahal keduanya merupakan hal wajib menuju tujuan.

"Pola pengeluaran remaja 54 persen untuk memenuhi keinginan. 28 persen menabung. Kebutuhan lain 11 persen. Lebih bnayak memenuhi keinginan dibanding kebutuhan hidupnya," ujarnya.

Agar bisa mengatur keuangan, Pria menyarankan Anda untuk bisa mengatur anggaran yang dimiliki baik uang bulanan dari orang tua atau pendapatan kerja sambilan dan yang paling penting adalah mencatat pengeluaran harian.

Hal ini dirasa perlu karena dapat digunakan untuk evaluasi dan antisipasi. Tidak memiliki uang tunai atau hanya memiliki uang elektronik dalam kartu debit juga lebih membantu menekan pengeluaran.

Tips pengeluaran yang baik menurutnya adalah tidak melupakan amal, kebutuhan, dan investasi. "Lima persen zakat sosial, punya biaya hidup maksimal 80 persen, selisihnya dipakai menabung dan investasi," ujarnya.

Setelah ditotal anggaran kebutuhan maka sisanya langsung dipindahkan dari tabungan utama dan jika bertambahnya penghasilan atau uang bulanan, investasi atau tabungan harus lebih ditambahkan.

Namun, untuk memiliki investasi yang benar dan tepat Anda perlu melihat tujuan keuangan yang diinvestasikan untuk apa, sehingga tidak melulu untuk menyimpan uang. Sehingga Anda dapat memilih investasi jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kebutuhan.

Prita juga menegaskan tujuan lebih dari 12 bulan, maka investasi disarankan tidak berupa tabungan. Melainkan investasi barang yang dapat dicairkan. Misalnya investasi emas logam mulia.

"Pertama keuntungan likuiditas (pencarian) rendah sehingga sangat mudah dijual. Selain itu risikonya juga sangat rendah karena mudah dilakukan dan semua tahu emas," ujarnya.



(De)
Komentar