Miris, Cewek Surabaya Diperkosa Ayah Kandung di Depan Ibunya

Rabu, 20 April 2016 21:15
Miris, Cewek Surabaya Diperkosa Ayah Kandung di Depan IbunyaIlustrasi @wonderslist.com
Sebut saja Ayu, remaja umur 13 tahun asal Surabaya ini masih trauma karena diperkosa berkali-kali selama empat tahun oleh ayah kandungnya sendiri, Dicky Auliyandy.

Pandangan memilukan terlihat di mata Ayu saat menghadiri Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (19/4) lalu. Hakim saat itu meminta pelaku keluar ruangan saat saksi memberikan keterangan. Hal ini jarang terjadi karena biasanya terdakwa tetap berada di ruang sidang.

Keputusan hakim ini ditujukan agar korban memberikan keterangan dengan lepas tanpa tekanan melihat ayahnya yang bejat. Sidang dilakukan di ruangan tertutup dan tidak ada celah untuk wartawan.

Empat polisi bersenjata lengkap juga berjaga di pintu demi mengamankan jalannya sidang tertutup itu. Di sisi lain, korban dikatakan sedang dalam keadaan trauma karena pemerkosaan bertahun-tahun yang dialaminya.

Seorang sumber mengatakan jika Ayu kini masih dirawat di sebuah tempat rahasia. Ayu juga masih takut untuk pulang ke rumah untuk bertemu ibu dan keluarganya. "Korban merasa keluarga besarnya tidak melindungi, bahkan membela ayahnya," ujar sumber tersebut.

Di kesempatan lain, guru sekolah Ayu yang melakukan tes psikologi menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Korban menceritakan kisah pilu yang dialaminya sejak kelas 6 SD tahun 2013 lalu.

Saat itu korban diajak tidur bertiga dengan ibunya. Namun, saat ibunya tak ada, semua pakaian korban dilucuti dan dicabuli. Hal ini terjadi selama berulang-ulang selama empat tahun. Bahkan, suatu ketika sang ibu memergokinya dan malah tidak melarang sang suami.

"Terdakwa tetap memerkosa korban," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roginta usai sidang.

Bahkan, ibunya pernah menghubungi korban dan memintanya pulang karena pergi dari rumah saat menolak diajak berhubungan badan. Akibatnya, korban terpaksa menurut dan dicabuli lagi.

Pengacara terdakwa, Sumardi, mengatakan jika kliennya berbuat cabul kepada anak kandungnya sendiri karena stres dan tertekan urusan ekonomi. "Klien saya hanya pekerja serabutan," katanya.
(mks)
Komentar